Jebakan-jebakan di soal rekonsiliasi fiskal

Ini adalah jebakan-jebakan umum yang sering dipakai di soal rekonsiliasi fiskal:

1) bunga pinjaman bank jgn lupa dilihat perbandingannya dengan pendapatan bunga deposito (SE – 46/PJ.4/1995 )

2) angsuran  financial lease harus dikorfis beban bunga leasing dan depresiasi aset leasing (KMK 1169/KMK.01/1991)

3) sumbangan hanya diperbolehkan dikurangkan kalau untuk musibah NASIONAL (UU PPh Pasal 6 ayat (1) huruf i)

4)PPh dan biaya-biaya yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan tidak boleh dibiayakan (UU PPh Pasal 9h)

5)biaya entertaiment hanya untuk client yang ada tanda buktinya (S-334/PJ.312/2003)

6) gratifikasi, biaya utk pegawai yang tidak dipotong PPh atau dianggap natura tidak boleh dibiayakan (UU PPh pasal 9d, 9h)

7) beban piutang tak tertagih selain lembaga keuangan tidak boleh dibiayakan (UU PPh pasal 9c-1)

8) Fiskal LN dan Pajak luar negeri jgn lupa dikeluarkan dulu dari laba rugi fiskal, dikreditkan setelah PPh terutang (PPh 25 ayat 8 dan PPh 24)

9) biaya depresiasi, perawatan, utk HP, sedan, wisma, perjalanan dinas dgn keluarga hanya diperbolehkan 50% (S-142/PJ.42/2003, SE-09/PJ.42/2002)

10) biaya sehubungan dengan PPh final harus dikorfis positif  (S – 73/PJ.312/1998)

11) Biaya dan pendapatan BUT-Kantor Pusat yang tidak diperbolehkan dlm UU PPh pasal 5

Pada umumnya tarif PPh sejak UU No 36 tahun 2008

Pasal 17 ayat 1b: 28% —umumnya

Pasal 17 ayat 2b: 23% —pengurangan 5% hanya untuk perusahaan yang menjual sahamnya 40% di bursa efek

Pasal 31 E: tarif 14% utk bagian omset 4,8M, sisanya tetap dikalikan 28% —hanya untuk WPDN dgn omset di bawah 50M

yup, hati-hati dalam mengerjakan soal-soal rekonsiliasi fiskal, teliti lagi satu per satu akun laba ruginya

About these ads

5 Komentar (+add yours?)

  1. lareangon
    Nov 25, 2010 @ 04:35:25

    karena pajak jelas untuk kepentingan negara (umum), logisnya, ilmu pajak semestinya ditebarkan kepada kalayak dengan gratis (biaya sosialisasi ditanggung negara).
    Masyarakat/rakyat diharapkan taat pajak, pajak tepat waktu, sementara jika ilmu pajak dibuat pelit, atau bahkan dibuat/dikesankan begitu rumit, bagaimana rakyat/masyarakat ingin segera bayar pajak ? terlebih lebih jika sesudah itu dikorupsi pula oleh oknum aparat…

    Itu sebabnya saya salut pada Anda yang bersedia menebar ilmu ini dengan cuma cuma demi orang tahu pajak dan taat membayarnya…

    Terima kasih

  2. natane
    Nov 30, 2010 @ 06:18:23

    makasih ya, jd terdorong utk bikin tulisan lagi
    sayangnya, saat ini belum dapat inspirasi

  3. ika
    Des 08, 2010 @ 13:28:58

    masih suka gk ngeh kalo ngerjain soal rekonsiliasi fiskal.. hehehe
    btw, ini membantu skali buat ujian ntar..
    keep posting ya! ~~

  4. novira
    Agu 05, 2011 @ 13:35:13

    terimakasih ats penjelasannya sangat membantu skali,
    tapi klo bisa disertai contoh soalnya di tiap point agar lebih jelas lagi. terimakasih.

  5. royal mebel jepara
    Jan 30, 2012 @ 03:54:24

    mkch gan infonya jual furniture jepara harga murah kualitas mewah http://www.royalmebeljepara.com salam sukses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: