Selama ini umat islam ditekankan saja pd surat al-maun dan dalil2 lain utk ikt memberi makan fakir miskin dan memelihara anak yatim. Namun kewajiban umat dan rasa kemanusiaan kita dieksploitasi oleh sebagian org2 yg tdk bertg jwb yg menjadikan pengemis sbg profesi bhkn djadikan sbg komoditas bisnis. Pdhl islam menjunjung tinggi kerja keras mencari nafkah yg halal sbg ibadah di mata Allah & melarang keras profesi sbg pengemis, seperti yg tdpt dlm hadits2 berikut:
“tidak ada makan seseorg akan satu makanan yg lbh baik kecuali dr usaha tgnnya sendiri & sesungguhnya nabi Allah Daud adalah makan dr usaha tgnnya sendiri” (hr bukhari)
“seorg di antaramu akan mengambil tali lalu pergi menuju gunung lalu dtg dgn seikat kayu bakar yg akan dijualnya utk mencukupi keperluan dirinya, adl lbh baik baginya drpd pergi mengemis pd org lain baik diberinya atau ditolaknya”(hr bukhari-muslim)
“seorg di antaramu yg senantiasa meminta2 (mjd pengemis) hingga ia akan menemui Allah swt dgn keadaan mukanya yg tdk berdaging” (hr bukhari-muslim)
“brg siapa meminta2 kpd manusia dgn tujuan memperbnyk hartanya maka sesungguhnya ia spt meminta bara api itu dlm sejumlah sedikit atau bnyk” (hr muslim)
Sayangnya larangan mengemis ini krg disosialisasikan oleh para mubaligh seakan2 menjadi pembenaran merebaknya budaya mengemis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s