36 Anggota DPR-DPD Tidak Punya NPWP

JAKARTA(SI) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyentil sejumlah anggota DPR yang hingga saat ini belum mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP).

Hal tersebut dinilai sebagai kelalaian mengingat masa pengampunan sanksi pajak (sunset policy) sudah berakhir. “Saat pelantikan anggota Dewan tahun lalu, Ditjen Pajak juga telah menyosialisasikan perlunya kepemilikan NPWP,” ujar Dirjen Pajak Mochammad Tjiptardjo di Gedung DPR kemarin. Berdasarkan catatan Ditjen Pajak, masih ada 113 anggota DPR yang belum mempunyai NPWP.

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) juga masih ada yang lalai memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak.Tjiptardjo menyebutkan,ada 23 anggota DPD belum memiliki NPWP.“Catatan kami, dari 132 anggota DPD, baru 109 yang punya, ”ungkapnya.

Untuk itu, Tjiptardjo mengimbau seluruh anggota Dewan yang belum memiliki NPWP agar segera mengurusnya.Tjiptardjo menegaskan, NPWPharusdimilikisetiapwarga negara sebagai bukti warga negara Indonesia. “Mengurusnya tidak lama,10 menit juga selesai,”ujarnya.

Sementara itu,Komisi XI DPR kemarin sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) Bidang Perpajakan. Ketua Komisi XI DPR Malchias Markus Mekeng meminta Dirjen Pajak menyampaikan jawaban tertulis terhadap masalah-masalah yang dipertanyakan Dewan.Fokus pertanyaan antara lain menyangkut perincian stimulus fiskal 2009 di bidang perpajakan. (meutia rahmi)

———————————

11.000 Pensiunan Diimbau Daftar NPWP Atau Dikenai Tambahan Tarif 20 Persen

SURYA- Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DPJ) Jatim III Malang mengimbau pensiunan wajib pajak di wilayah eks Karasidenan Malang Raya untuk segera memiliki Nomor Peserta Wajib Pajak (NPWP) sebelum awal Februari ini. Sebab, per 1 Februari nanti, para wajib pajak -termasuk para pensiunan wajib pajak – akan dikenaikan tarif pajak penghasilan 20 persen lebih tinggi dari tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak ber-NPWP.

Demikian dikatakan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DPJ) Jatim III Malang kepada wartawan, Jumat (22/1). Imbauan ini dalam rangka penegakan UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (Pph) pasal 21 ayat 5a.

Para pensiunan, sebut Suparno, memiliki pontesi besar untuk menyetorkan pajak penghasilannya. Bekerja sama dengan PT Taspen, pihaknya telah mendata para pensiunan di wilayah eks Karasidenan Malang Raya (Malang Raya, Pasuruan, Lumajang, Probolinggo). Dari 61.000 pensiunan, 28.000 di antaranya merupakan wajib pajak.

“Namun, dari 28.000 pensiunan itu, baru sekitar 17.000 pensiunan yang telah ber-NPWP. Sisanya, sekitar 11.000 pensiunan itu perlu didorong untuk memiliki NPWP,” tukasnya.

Lebih dari sekadar imbauan, Dirjen Pajak sebenarnya punya opsi yang lebih tegas untuk mendorong pensiunan ini menyetor pajak. Yakni dengan memotong gaji pensiunan secara langsung. Namun opsi ini dinilai tidak memberikan rasa keadilan terhadap pensiunan yang sudah ber-NPWP sekaligus tidak mendidik.

“Jadi, jika sampai Februari tetap belum ber-NPWP, otomatis dana pensiunan mereka akan dipotong pajak dan tambahan tarif 20 persen,” tegasnya.

Sementara adanya kebijakan kemudahan membayar pajak, membuat jumlah wajib pajak pada 2009 lalu meningkat 250 persen. Realisasi pajak pada 2009 lalu pun meningkat menjadi Rp 5,7 triliun dari target Rp 5,6 triliun. Angka ini naik dari 2008 lalu yang ditarget 5,43 triliun dan terealisasi Rp 5,47 triliun.

Untuk pencapaian target tahun ini, Dirjen Pajak Jatim III menggenjot penerimaan pajak dari sektor informal dan pekerja non karyawan. Di antaranya yakni sektor real estate, jasa konstruksi, dan bendaharawan. “Termasuk juga jasa angkutan seperti taksi, mikrolet, atau bis. Sektor ini berpontesi besar menambah penerimaan pajak, tapi diperlukan konsentrasi besar.

credit: Jetaime @ lautanindonesia.com

Satu pemikiran pada “Emang benar DJP pilih kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s