dedensaefudin

Selama ini, saya menganggap bahwa pencatatan dilakukan dengan hanya mencatat omset atau peredaran usaha atau peredaran bruto. Anggapan ini berdasarkan dari pola fikir berikut. Pertama, Bagi WP OP yang memiliki usaha atau pekerjaan bebas yang tidak menyelenggarakan pembukuan harus melampirkan rekapitulasi peredaran bruto ketika WP OP melaporkan SPT Tahunan PPh OP. Kedua, Penghitungan penghasilan neto untuk WP OP yang mejalankan usaha atau pekerjaaan bebas hanya berdasarkan persentase norma dikali peredaran usaha. Ketiga, kebiasaan yang ada di lapangan, Bentuk rekapitulasi peredaran bruto tidak diatur secara tegas dan umumnya bentuk rekapitulasi peredaran bruto tersebut terdiri dari kolom Nomor, bulan, Jumlah peredaran usaha (Rp) dan keterangan.

Setelah membaca PER-4/PJ/2009, anggapan ini ternyata perlu diluruskan.  Kita bisa mengelompokkan dalam beberapa kelompok:

  1. Untuk penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas terdiri dari nomor, uraian, penghasilan bruto dan keterangan
  2. Untuk penghasilan dari luar usaha terdiri dari nomor, uraian, jumlah bruto, biaya, jumlah neto dan keterangan
  3. Untuk orang pribadi yang…

Lihat pos aslinya 140 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s