Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. (UU No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf.pasal 1)

Ini sesuai dengan hadist tentang wakaf pertama Umar bin Khattab:

Lalu Umar mewakafkan tanahnya dengan syarat pohonnya tidak boleh dijual, tidak boleh dihadiahkan, dan tidak boleh diwarisi. Hasil dari pohon tersebut disedekahkan kepada kaum fakir, kerabat-kerabat, budak-budak, orang-orang yang membela agama Allah, tamu, dan musafir yang kehabisan bekal. Namun tidak masalah bagi pengurus wakaf untuk memakan hasilnya dengan baik dan memberi makan teman-temannya yang tidak memiliki harta. (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari, no. 2772; Muslim, no. 1632)

Inilah ciri khas harta benda yg diwakafkan, dilarang untuk dipindahtangankan, harus digunakan untuk kepentingan umat. Menurut pasal 40 UU 41/2004, harta benda wakaf yang sudah diwakafkan dilarang :
a.dijadikan jaminan;
b.disita;
c.dihibahkan;
d.dijual;
e.diwariskan;
f.ditukar; atau
g.dialihkan dalam bentuk pengalihan hak lainnya

Menurut UU No 41 Tahun 2004, Wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur wakaf sebagai berikut :

a.Wakif;
b.Nazhir;
c.Harga Benda Wakaf;
d.Ikrar Wakaf;
e.peruntukan harta benda wakaf;
f.jangka waktu wakaf

a.Wakif;

Wakif adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya.

b.Nazhir;

Nazhir adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya

Nazhir mempunyai tugas :
a.melakukan pengadministrasian harta benda wakaf;
b.mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan tujuan, fungsi dan peruntukannya;
c.mengawasi dan melindungi harta benda wakaf;
d.melaporkan pelaksanaan tugas kepada Badan Wakaf Indonesia (lembaga independen untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia.)

Nazhir dapat menerima imbalan dari hasil bersih atas pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf yang besarnya tidak melebihi 10% (UU No 41 Tahun 2004 pasal 12)

Syarat Nazir peorangan:
a.warga negara Indonesia;
b.beragama Islam;
c.dewasa;
d.amanah;
e.mampu secara jasmani dan rohani; dan
f.tidak terhalang melakukan perbuatan hukum

Syarat Nazir badan hukum:
a.pengurus badan hukum yang bersangkutan memenuhi persyaratan nazhir perseorangan
b.badan hukum Indonesia yang dibentuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
c.badan hukum yang bersangkutan bergerak di biding sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dan/atau keagamaan Islam

c.Harga Benda Wakaf;

Harga Benda Wakaf adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan/atau manfaat jangka panjang serta mempunyai nilai ekonomi menurut syariah yang diwakafkan oleh Wakif.

d.Ikrar Wakaf;

lkrar Wakaf adalah pernyataan kehendak wakif yang diucapkan secara lisan dan/atau tulisan kepada Nazhir untuk mewakatkan harta benda miliknya.peruntukan harta benda wakaf;

Ikrar wakaf dilaksanakan oleh Wakif kepada Nadzir di hadapan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi.
____________________

Bila Anda ingin mewakafkan harta benda Anda di jalan Allah, silakan memilih Nadzir yang amanah dan daftarkan ikrar wakaf Anda di PPAIW (bisa kepala KUA atau notaris yg ditunjuk menteri) untuk tertib administrasi (terutama tanah wakaf) dan menghindari sengketa hukum di kemudian hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s